Terkait rincian penggunaan dana, bendahara kelompok, Verlistin Lawadan, saat dikonfirmasi mengakui bahwa dana pematang sebesar Rp30 juta memang telah diberikan ke anggota, namun dengan pemotongan sebesar Rp250 ribu per orang. Pemotongan itu, menurutnya, telah disepakati dalam rapat untuk keperluan operasional.
“Memang ada pemotongan dana sebesar Rp250 ribu itu untuk uang operasional katanya,” ujar Verlistin.
Namun, ketika ditanya mengenai sisa dana dan alasan distribusi yang tidak merata, Verlistin menjawab bahwa hal itu merupakan urusan ketua kelompok. Ia hanya bertugas mencairkan dana, sementara penggunaannya ia sendiri tidak tahu menahu.
Lebih jauh, Verlistin juga menyebutkan bahwa dana Rp150 juta digunakan untuk pembelian sapi dan pembangunan gedung. Adapun mengenai dana Rp80 juta dan Rp8 juta, ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti.
“Saya sudah lupa soal yang Rp80 dan Rp8 juta, yang saya tahu hanya Rp40 juta yang sudah dikembalikan,” katanya.
Saat diminta menunjukkan rekening koran untuk membuktikan penarikan dan penggunaan dana, Verlistin menyatakan akan mencarinya kembali karena dokumen tersebut sudah lama tersimpan.
Sebelumnya, dugaan soal dana-dana mencurigakan ini pertama kali disampaikan oleh Runia berdasarkan informasi dari Verlistin. Namun saat dikonfirmasi kembali, Verlistin mengaku lupa dan tidak mengetahui secara rinci, sehingga memunculkan pertanyaan lebih besar tentang pengelolaan internal kelompok.
Media ini juga telah mencoba meminta konfirmasi dari pihak UPT Pertanian Luwuk Timur, namun saat ditemui, kepala UPT berhalangan hadir karena sedang istirahat pascaoperasi.
โKepala UPT tidak masuk karena baru selesai operasi. Mungkin Senin sudah masuk,โ ujar salah satu staf.
Dengan adanya rangkaian dugaan ini, para anggota kelompok meminta agar pihak Kejaksaan segera turun tangan dan memeriksa seluruh aktivitas keuangan serta penyaluran bantuan pertanian yang menggunakan nama kelompok.
โKami tidak ingin terus saling tuding. Biarkan aparat hukum yang buktikan. Kami siap dampingi prosesnya agar semuanya terang benderang,โ tegas anggota kelompok.(Alin)
Selain Bantuan, Dana Pematang Juga Dipertanyakan: Anggota Kelompok Perjuangan Ungkap Rinciannya
