Dan mungkin, di situlah secangkir kopi rakyat mulai terasa pahit. Bukan karena harga kopinya bertambah mahal, melainkan karena ada perasaan bahwa setiap rupiah dari kantong kecil begitu cepat dipungut, sementara sumber-sumber besar masih luput dari sorotan. Selama rasa keadilan itu belum benar-benar hadir, secangkir kopi yang diminum rakyat akan selalu menyisakan pahit yang bukan berasal dari ampasnya, tetapi dari kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada rasa keadilan.(*)
Secangkir Kopi Pahit untuk Rakyat
Penulis: Banggai Post
Sumber: Banggai Post
30 Jun 2026, 23:54
4 menit baca
Halaman 5 dari 5
Berita Terkait
21 Tahun Toilet Rusak, Reses Waket I DPRD Banggai Ungkap Potret Miris SDN Inpres 2 Baya
Berita UtamaBANGGAIPOST.COM,Luktim- Kondisi memprihatinkan ditemukan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Banggai Wardani Murad Husain, saat melaksanakan kegiatan...
11 jam lalu
•
2 menit baca
Menengok Aktivitas Warga Dalam Memproses Kerang (Se-Se), Dari Rebusan, Memecahkan Cangkang Hingga Mengambil Isinya
BeritaDi balik se-se yang kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat pesisir Kecamatan Luwuk Timur, terdapat...
20 Jul 2026, 19:17
•
4 menit baca
Penuhi Kebutuhan Pendidikan Ditengah Keterbatasan, Sulianti Murad Beri Bantuan Seragam Sekolah
Berita UtamaBANGGAIPOST.COM, Luwuk- Di balik semangat anak-anak untuk menuntut ilmu, masih ada keluarga yang harus berjuang menghadapi...
20 Jul 2026, 11:27
•
2 menit baca
Kisah Pilu Para Petani di Luwuk Timur yang Terlilit Utang Ratusan Juta
Berita UtamaGagal panen akibat serangan hama tikus tidak hanya memusnahkan tanaman padi di Luwuk Timur, tetapi juga...
18 Jul 2026, 22:03
•
4 menit baca
