Di tengah lambannya progres pembangunan, masyarakat Desa Poh mulai mengkhawatirkan kelanjutan proyek tersebut. Warga tidak ingin pembangunan fasilitas kesehatan itu berakhir terbengkalai seperti pengalaman proyek sebelumnya yang disebut pernah terjadi di wilayah yang sama.
โKalau sampai diputus di tengah jalan, kapan lagi bisa dilanjutkan? Kita sudah menunggu fasilitas yang lebih layak,โ ujar seorang pemuda Desa Poh yang ditemui di lokasi.
Selama fasilitas kesehatan yang lebih memadai belum tersedia, masyarakat masih harus mengandalkan Pustu dengan kapasitas pelayanan yang terbatas.
Warga mendesak PPK, Inspektorat Daerah, dan aparat terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek. Mereka berharap pembangunan tetap berjalan dan dapat diselesaikan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.
Dengan nilai kontrak Rp7,5 miliar dan progres fisik yang baru sekitar 25 persen berdasarkan pantauan lapangan, publik menunggu penjelasan kontraktor, PPK, konsultan pengawas, serta Kejari Banggai mengenai kondisi dan perkembangan pembangunan tersebut.(Sri)
