PAGIMANA, BANGGAIPOST.COM
Pembangunan Puskesmas Desa Poh, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, senilai Rp7,5 miliar menghadapi persoalan serius. Hasil pantauan langsung wartawan BANGGAIPOST.COM di lokasi proyek menemukan bahwa hingga akhir Oktober 2026, realisasi pekerjaan fisik baru mencapai sekitar 25 persen. Padahal, proyek tersebut telah berjalan sejak pertengahan Juli dengan masa kontrak 150 hari kalender.
Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2026 itu dikerjakan CV Abanda Sarana, dengan CV SDST Engineering Konsultan sebagai konsultan pengawas dan CV Rumbea Tri Putra sebagai konsultan perencana.
Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 15 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. Dengan demikian, waktu penyelesaian proyek semakin terbatas, sementara progres fisik yang ditemukan di lapangan masih jauh dari penyelesaian.
Saat wartawan melakukan pemantauan, pekerjaan masih berkonsentrasi pada struktur kolom lantai dasar. Aktivitas di lokasi juga terlihat belum maksimal, dengan jumlah tenaga kerja sekitar 22 orang.
Selain itu, ketersediaan material bangunan disebut belum sepenuhnya terpenuhi karena sebagian material harus didatangkan dari luar daerah. Salah seorang mandor di lokasi mengakui keterlambatan pasokan material menjadi salah satu kendala pelaksanaan pekerjaan.
