Biofertilizer yang dihasilkan melalui teknologi biosulfur dikembangkan oleh PT Pertamina EP Donggi-Matindok Field (DMF) dan PT Aimtopindo Nuansa Kimia (AIMTOP). Hasil kerja sama keduanya telah diaplikasikan di sejumlah lahan pertanian warga, seperti di sawah demplot yang terletak di Desa Pandan Wangi, Lopon, dan Cendanapura.
Dukungan lahan pertanian dan irigasi yang baik, menurut bupati, tidak cukup memberi hasil yang optimal jika tidak ditunjang dengan ketersediaan pupuk yang memadai.
“Dalam kampanye saya, saya katakan bahwa begitu banyak produk ikutan maupun limbah yang bisa kita manfaatkan. Alhamdulillah, melalui kerja sama Pertamina EP dan AIMTOP, hal ini bisa terwujud,” kata bupati.
Pada kesempatan itu, Senior Manajer Zona 13 Donggi-Matindok Field, Firdaus Sabaruddin menegaskan komitmen Pertamina EP dalam upaya mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah kerjanya.
“Dengan krisis pupuk saat ini, khususnya di Kabupaten Banggai, dengan melakukan pemanfaatan sulfur, mudah-mudahan dapat membantu para petani yang ada di sini,” ujar Firdaus.
