Keduanya mendesak pihak lapas tidak hanya memperketat prosedur, tetapi juga meningkatkan pembinaan dan pengawasan internal terhadap petugas guna mencegah praktik serupa terulang.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terbukti.
“Kami akan melakukan penindakan tegas, namun tetap melalui proses pengumpulan bukti yang akurat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus menanamkan pentingnya integritas kepada seluruh petugas melalui apel rutin setiap hari.
Meski demikian, sorotan publik terhadap dugaan bobolnya pengawasan ini menjadi tantangan serius bagi pihak lapas untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. (Alin)
