“Dipilihnya 5 (lima) kecamatan dalam Kawasan Perkotaan Luwuk, serta Kecamatan Kintom dan Batui pada kesempatan pertama, adalah karena kawasan ini merupakan wilayah strategis yang berkembang, tumbuh cepat, serta memiliki ciri perkotaan yang ditandai dengan adanya bangunan-bangunan fisik seperti area perkantoran, pertokoan, gudang, pasar, area industri, serta area pemerintahan,” jelas Bupati.
Kota Luwuk sendiri, menurut Beliau, memiliki perkembangan yang cukup pesat di antara ibu kota Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah. Posisi geografis nya yang terletak sangat strategis di Kawasan Timur Provinsi Sulawesi Tengah menjadikannya sebagai daerah yang berpengaruh penting dalam perkembangan di kawasan timur sulawesi.
Kabupaten-kabupaten seperti Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Tojo Una-Una, maupun Kabupaten Taliabu Maluku Utara, kata Bupati, sangat intens berinteraksi dengan Kota Luwuk, terutama dalam aktivitas-aktivitas seperti perdagangan, jasa, industri, pendidikan, transportasi, dan sebagainya.
“Namun kedepan, untuk mengantisipasi perkembangan kawasan lain, Pemerintah Daerah akan tetap berupaya menyiapkan RDTR bagi kawasan-kawasan lain secara bertahap sesuai skala kebutuhan mendesak dan prioritas,” tambah dia.
