Selama indikator keberhasilan masih diukur dari “berapa persen serapan” atau “berapa banyak proyek dikerjakan”, maka sistem fiskal kita tetap rapuh.
Daerah seperti Banggai yang masih rentan fiskal sebaiknya segera berbenah pada tata kelola dan prioritas belanja. Tak perlu menunggu pusat memberi tambahan dana; yang dibutuhkan justru adalah efisiensi, transparansi, dan fokus pada kebutuhan nyata rakyat.
Tantangan Banggai: Dari Ketergantungan Menuju Kemandirian
Banggai sesungguhnya punya modal besar — sumber daya kelautan, pertanian, dan potensi pariwisata. Tapi potensi tanpa tata kelola yang efisien hanya akan menjadi “aset tidur”. Ketika TKD dipangkas, daerah dipaksa berpikir kreatif: bagaimana mengoptimalkan potensi lokal menjadi sumber PAD baru.
Langkah-langkah kecil seperti digitalisasi pajak dan retribusi, audit iuran yang tertunggak, hingga penataan ulang belanja nonprioritas bisa menjadi titik awal. Namun dalam jangka panjang, diversifikasi PAD mutlak dilakukan. Hilirisasi hasil laut, kemitraan BUMD, atau kerja sama dengan sektor swasta lewat skema investasi publik-swasta (PPP) bisa mengurangi ketergantungan fiskal.
