Berita Utama

Paradoks Banggai: Stabil dan Sejahtera, tapi Pertumbuhan Masih Tertahan

Di tengah perbedaan pandangan tersebut, indikator sosial justru menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,23 persen, pengangguran terbuka berada di kisaran 2,26 persen, serta ketimpangan pendapatan relatif rendah dengan Gini Ratio 0,308. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mencapai 72,86 atau masuk kategori tinggi.

Kondisi ini memperkuat bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang padat karya masih menjadi penyangga utama ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas sosial di tengah dominasi sektor industri besar.

Namun demikian, tantangan pertumbuhan tetap menjadi pekerjaan rumah. APBD Banggai yang mencapai Rp3,1 triliun pada 2025 dan Rp2,72 triliun pada 2026 dinilai belum sepenuhnya mampu mendorong akselerasi ekonomi. Realisasi investasi sebesar Rp2,19 triliun sepanjang 2025 juga belum memberikan efek signifikan terhadap peningkatan laju pertumbuhan.

Selain itu, kontribusi UMKM terhadap PDRB yang masih di kisaran 5 persen menjadi perhatian, mengingat sektor ini berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru jika didorong melalui kebijakan hilirisasi dan penguatan ekonomi lokal.

Momentum seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang tengah berlangsung pun dinilai strategis. Nadjamudin menekankan bahwa proses tersebut harus mampu melahirkan pemimpin OPD yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar administratif.

Bagikan: