Dikatakan, perbedaan pilihan dalam politik itu hal yang biasa. Dimana Alumni HMI telah terbiasa menghadapi dinamika dan dialektika saat berorganisasi. Namun satu hal yang pasti, komitmen kader dalam mewujudkan masyarakat adil makmur tetap tak berubah.
“Beda pilihan itu sudah biasa. Namun komitmen selaku kader tetap pada jalur,”tandasnya.
Iapun menginformasikan, Korsa Hijau Hitam dibentuk, sebagai wadah komunikasi dan konsolidasi alumni HMI di bumi Babasal dalam menyuarakan perubahan, serta perbaikan tatanan pembangunan daerah untuk periode 5 tahun mendatang.
“Solidaritas ini lahir untuk menyuarakan perubahan. Sejumlah kebijakan Bupati hari ini kami nilai tidak pro rakyat. Selain itu, Bupati selaku Ketua Dewan Penasehat dalam struktur Organisasi MD KAHMI Banggai tidak menunjukkan konsitensinya terhadap pemberdayaan Kader,”ungkap Hari yang juga presidium KAHMI Banggai. (*)
