“Tahun ini akan dilanjutkan dengan anggaran tambahan. Memang belum ke sambungan rumah karena anggaran sebelumnya belum cukup. Tapi ini bukan mangkrak, melainkan pekerjaan bertahap. Kami minta masyarakat bersabar dan semua pihak memahami teknisnya,” pungkasnya.
Kini, masyarakat menunggu pembuktian dari pihak Dinas PUPR, bahwa proyek SPAM Uwedikan bukan sekadar proyek kertas, tapi solusi nyata atas kebutuhan dasar warga: air bersih. (Alin)
