Berita Utama

Kekuatan Kreativitas dan Sejarah Kelam Manusia Indonesia

Dominasi kapitalisme dan sistem industri berisiko menekan kreativitas manusia Indonesia. Sejarah menunjukkan, karya nyata seperti Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer berhasil diakui dunia meski sempat dilarang Orde Baru. Setiap generasi Indonesia perlu dibesarkan dengan kesadaran sejarah dan etika, mengenal kehebatan kerajaan Nusantara seperti Majapahit dan Sriwijaya.

Ubah Mental: Dari Rendah Diri ke Mandiri

Mental merendahkan diri, seperti yang dianalisis Rosihan Anwar, masih tertanam dalam budaya kita. Mental ini harus diganti dengan sikap terhormat dan mandiri, seperti yang dicontohkan Jahja Datoek Kajo dalam perjuangannya di Volksraad 1927–1939. Budaya feodalisme yang membuat rakyat membungkuk, seperti dikritik Sutan Sjahrir, juga harus diubah agar tercipta bangsa kreatif, etis, dan mandiri.

Bangga pada Karya Nyata: Langkah Menuju Kekuatan
Manusia Indonesia perlu bangga pada karya nyata yang diakui internasional, bukan sekadar popularitas semu. Pemikiran, ucapan, dan tindakan harus selaras, membentuk bangsa yang kuat di tengah tantangan global. Dari kelam sejarah, ciptakan cahaya kreativitas baru.(*)

Bagikan: