Iklan Banggai Post
Sekolah

Kekerasan di SMA Toili Barat, Kuasa Hukum Minta Gubernur Bertindak

Kuasa hukum seorang guru yang melaporkan dugaan kekerasan di SMA Toili Barat, Kabupaten Banggai, mendesak Gubernur Sulawesi Tengah segera turun tangan dan mengambil langkah tegas sesuai kewenangannya.

Kuasa hukum korban, Supriadi Lawani, yang akrab disapa Budi, menegaskan bahwa dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dibiarkan, terlebih apabila diduga melibatkan pimpinan satuan pendidikan.

“Gubernur harus bertanggung jawab memastikan sekolah menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga sekolah. Kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh ditoleransi, apalagi jika diduga melibatkan kepala sekolah,” tegas Budi.

Menurut Budi, dugaan kekerasan tersebut telah dilaporkan ke Polsek Toili pada 13 Juli 2026. Dalam proses penanganannya, polisi disebut telah memeriksa empat orang saksi serta kedua pihak yang dilaporkan. Sementara korban telah menjalani pemeriksaan kesehatan sehari setelah kejadian.

Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula dari persoalan antara dirinya dengan seorang guru berinisial RF. Persoalan tersebut kemudian berkembang hingga kepala sekolah diduga turut melakukan pemukulan terhadap korban.

Budi menegaskan, pihaknya tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum pidana kepada kepolisian. Namun, menurutnya, dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah juga memiliki dimensi administratif dan etik yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Bagikan: