Berdasarkan hasil uji coba selama sepekan, rata-rata sekitar 3.000 kendaraan roda dua memasuki kawasan Pasar Simpong setiap hari. Dengan tarif parkir Rp2.000 per kendaraan, potensi penerimaan mencapai sekitar Rp6 juta per hari atau sekitar Rp180 juta per bulan.
Jika dihitung selama setahun, potensi pendapatan dari kendaraan roda dua saja diperkirakan melampaui Rp2 miliar, belum termasuk kendaraan roda tiga maupun roda empat. Menurut Irwanto, angka tersebut menunjukkan potensi PAD yang selama ini belum tergarap secara optimal melalui sistem parkir konvensional.
Dalam monitoring tersebut, DPRD juga menyoroti berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat, terutama genangan air, drainase, kebersihan lingkungan, hingga penataan lapak pedagang.
Untuk mengatasi genangan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, Dinas PUPR disebut telah menyiapkan pembangunan drainase dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini.
Di sektor kebersihan, DPRD meminta Dinas Lingkungan Hidup menambah armada pengangkut sampah, meningkatkan frekuensi pengangkutan, serta menyediakan kontainer sampah tambahan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pasar. Sementara itu, Dinas Perdagangan diminta mengevaluasi lapak-lapak yang masih kosong agar dapat dimanfaatkan pedagang lain yang benar-benar membutuhkan.
