Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama petani yang setiap hari mengangkut hasil perkebunan menuju pusat-pusat perdagangan. Selain memperlambat mobilitas, jalan rusak juga meningkatkan biaya transportasi dan risiko kerusakan kendaraan.
Keluhan kerusakan jalan tersebut telah disampaikan lewat musrembang di tingkat desa maupun tingkat kecamatan oleh pemerintah desa di tiga desa tersebut.Namun janji manis atas rencana akan akan dibangun pupus sehingga sampai saat ini jalan tersebut terus mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan.
Persoalan ini sebenarnya telah lama disuarakan pemerintah desa. Kepala Desa Lontos, Mar’un Saini, pada Oktober 2025 berharap peningkatan ruas jalan menuju Desa Lontos dan Indang Sari dapat kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2026. “Setelah pengaspalan hotmix sekitar satu kilometer pada 2024, masih tersisa kurang lebih empat kilometer ruas jalan dari Desa Lontos menuju Desa Indang Sari yang mengalami kerusakan berat. Jika dihitung hingga Desa Lauwon, panjang jalan yang membutuhkan penanganan mencapai sekitar delapan kilometer,” ungkap Mar’un
