Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi pemborosan anggaran tanpa mengganggu kualitas pelayanan maupun distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.
Pada awal 2026, BGN tercatat telah mencairkan anggaran sekitar Rp32,1 triliun hanya dalam waktu satu setengah bulan. Nilai itu disebut sebagai pencairan anggaran terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Sebelumnya, pada pertengahan 2025, realisasi anggaran MBG sempat berjalan lambat. Penyerapan anggaran saat itu baru mencapai sekitar 38 persen dari pagu, sementara sebagian dana cadangan diperkirakan tidak terserap hingga akhir tahun.
Dari sisi fiskal, efisiensi anggaran diperkirakan mampu menghasilkan penghematan hingga puluhan triliun rupiah. Kendati demikian, pemerintah menegaskan kualitas layanan MBG tetap harus terjaga agar manfaatnya bagi siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tidak berkurang.
Hingga kini, besaran pasti anggaran MBG setelah efisiensi maupun total nilai penghematan masih dalam proses pembahasan dan belum diumumkan secara resmi.(RBP)
