Kenangan itu bertepatan digelarnya Rakerda KNPI di kota Luwuk. Semua peserta se Sulteng hadir ketika itu. Selaku pembina KNPI, H.Murad Husain mengajak peserta menuju HTI di Toili.

Ditempat itu kata Profesor, seluruh delegasi Rakerda dijamu oleh almarhum, seraya menerima konsep membangun jiwa kewirausahaan.
“Saat itu kami dijamu luar biasa oleh almarhum pak Murad. Anak-anak muda dilayani dengan baik. Awalnya kami hanya mendengar cerita saja. Disana, kami menyimpulkan pak Murad adalah sosok panutan kami,”ujarnya mengenang Almarhum.

Menurut Ustad Zainal yang juga Guru Besar UIN Datokarama Palu ini, banyak informasi terkait kontribusi almarhum terhadap pembangunan di daerah ini. Sepertihalnya terkait pembangunan Masjid Agung.
“Masjid Agung dibangun oleh pak Murad. Ini salah satu amal jariyah, dan sudah diterima almarhum di alam barzah. Almarhum sudah senang, sesuai yang dijanjikan Allah SWT,”jelasnya.
Terkait orang yang meninggal dunia kata Ustad Zainal, sangat jelas digambarkan Rasulullah S.A.W.

Pertama, perbanyak mendo’akan kepada orang yang telah meninggal. Baik Do’a anak, kerabat, dan lainnya. Kedua, melanjutkan kebiasaan baik orang yang sudah meninggal.
