Berita Utama

Gubernur Sulteng Hadiri Natal Oikumene 2025 : Semoga Berkat untuk Sulteng Nambaso

Foto: Biro Adpim Setprov Sulteng

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terang gubernur, berkomitmen menjadikan nilai keagamaan sebagai payung dalam seluruh aktivitas sosial dan pembangunan melalui program Berani Berkah.

“Hidup ini penuh dengan nilai. Jika nilai religius dijadikan landasan dalam kehidupan masyarakat, maka keberkahan akan hadir, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam pembangunan daerah,”ujarnya.

Menurutnya, kehidupan dan daerah yang diberkahi ditandai dengan selalu adanya jalan keluar di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Tidak ada manusia yang hidup tanpa masalah. Namun kehidupan yang diberkati adalah ketika setiap masalah selalu disertai jalan keluar,”tuturnya.

Beliau juga menekankan pentingnya pemahaman agama yang luas sebagai kunci terciptanya toleransi dan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Tengah.

Ia menilai, semakin luas pemahaman seseorang terhadap ajaran agamanya, maka semakin terbuka dan moderat sikapnya dalam kehidupan sosial. Sebaliknya, pemahaman yang kurang berpotensi melahirkan sikap intoleran.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan agama sebagai sarana pemersatu dalam membangun Sulawesi Tengah.

“Dengan pemahaman yang luas, tidak ada perbedaan di antara manusia. Semua bersaudara di hadapan Tuhan. Inilah semangat yang harus kita rawat demi Sulteng yang damai dan diberkahi,”pungkasnya. (*)

Bagikan: