IKLAN
Iklan BanggaiPost
Opini

Gratifikasi di Balik Gift Digital

Dalam transaksi biasa, hubungan ekonominya relatif sederhana: ada pemberi, ada uang atau barang, dan ada pejabat yang menerima.

Dalam ruang digital, hubungan tersebut dapat menjadi lebih berlapis: pemberi menggunakan banyak akun, mengirim banyak gift melalui platform, gift memiliki nilai ekonomi, dan pada akhirnya nilai tersebut diterima atau dinikmati oleh pejabat.

Lapisan digital itu dapat membuat hubungan antara pemberi dan penerima terlihat lebih jauh daripada keadaan sebenarnya.

Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya melihat nama akun yang mengirim gift. Yang harus dibaca adalah jejak ekonomi di balik akun.

Ini bukan persoalan untuk menyalahkan TikTok atau platform digital lainnya. Teknologi hanyalah sarana. Persoalannya terletak pada bagaimana sarana tersebut digunakan.

Gratifikasi Digital: Perubahan Modus

Di sinilah istilah gratifikasi digital menjadi relevan sebagai sebuah konsep.

Bukan delik baru. Bukan pula kesimpulan bahwa setiap gift kepada pejabat adalah korupsi.

Istilah tersebut dapat digunakan untuk membaca perubahan modus: pemberian kepada pejabat dapat dilakukan melalui sarana digital, dipecah menjadi transaksi-transaksi kecil, menggunakan akun berbeda, dan dikemas sebagai hiburan atau dukungan publik.

Perubahan modus ini menuntut perubahan cara pandang.

Bagikan: