Kerja bakti itu direncanakan melibatkan seluruh elemen kecamatan dan perangkat desa se-Kecamatan Luwuk Utara, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
โDiagendakan Kamis depan ini semua elemen kecamatan dan perangkat-perangkat desa se-Kecamatan Luwuk Utara akan mulai kerja bakti bergiliran, dimulai dari titik pertama Kelurahan Kilongan Permai bersama DLH dan Forkopimcam,โ jelasnya.
Kendaraan Sulit Menjangkau Lorong Permukiman
Di balik rencana tersebut, persoalan teknis pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi pemerintah Kelurahan Kilongan Permai.
Abdul Gafur mengungkapkan, kendaraan pengangkut sampah milik DLH belum sepenuhnya mampu menjangkau sampah warga yang berada di dalam lorong-lorong permukiman.
Selain keterbatasan jangkauan kendaraan, Kilongan Permai juga belum memiliki TPS resmi yang secara khusus disediakan untuk menampung sampah masyarakat.
Selama ini, lahan yang dimanfaatkan warga untuk membuang sampah merupakan tanah milik warga, bukan lokasi penampungan yang disediakan secara resmi oleh pemerintah.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan sampah memerlukan dukungan sarana dan sistem pengangkutan yang memadai. Kerja bakti dapat membersihkan lingkungan, tetapi keberlanjutan kebersihan juga bergantung pada ketersediaan tempat penampungan dan pengangkutan sampah secara teratur.
