Peristiwa

Gara-Gara Nasi Sekotak, Rumah Tangga Nyaris Berantakan

Pasutri asal Kintom saat didamaikan oleh personil polisi di Polsek Kintom, Kabupaten Banggai

LUWUK, BANGGAIPOST.COM


Gara-gara nasi sekotak, rumah tangga nyaris berantakan. Peristiwa itu dialami RK (26) dan istrinya, WJ (24). RK dilaporkan melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya setelah tersulut emosi akibat persoalan nasi kotak.

Untungnya, cerita ini tidak sampai berakhir di meja perceraian. Bhabinkamtibmas Polsek Kintom Bripka Yuwandri berhasil menengahi keduanya hingga sepakat berdamai dan kembali rujuk.

Mediasi berlangsung di Mapolsek Kintom, Rabu (9/9/2026) sore. RK dan WJ dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan rumah tangga mereka melalui musyawarah dan mufakat.

Kapolsek Kintom AKP Muh. Zulfikar menjelaskan, persoalan bermula ketika WJ sedang makan nasi kotak milik penjaga ibu mertuanya. Meski nasi kotak tersebut kemudian telah diganti dengan yang baru, emosi RK sudah lebih dulu memuncak.

“Permasalahan berawal saat korban sedang makan nasi kotak milik penjaga ibu mertua, namun setelah itu, korban telah menggantinya kembali dengan yang baru,” ujar AKP Zulfikar.

Karena emosi yang terlanjur memuncak, RK akhirnya melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya.

“Atas perbuatan itu, istri merasa kesakitan dan melaporkan tersebut,” ungkapnya.

Bagikan: