Usai pengantar yang disampaikan Ramli Tongko, S.Sos., ST., M.Si, tim peneliti dari UMI Makassar yang diwakili Prof. Dr. H Mahfud Nurnajamuddin, SE., MM memaparkan data awal dan metodologi terkait penelitian potensi PAD yang akan mereka lakukan. Menurut beliau, rata-rata pendapatan daerah Banggai selama lima tahun terakhir, mulai dari 2017 sampai 2021, 86,06 persen bersumber dari transfer pemerintah pusat dan hanya 8,93 persen yang berasal dari PAD.
โPAD merupakan indikator yang menentukan derajat kemandirian suatu daerah, dimana semakin besar penerimaan PAD, maka semakin rendah tingkat ketergantungan pemerintah daerah tersebut kepada pemerintah pusat,โ imbuhnya.
Sebelum agenda kegiatan berlanjut pada diskusi dan tanya jawab, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin juga berkesempatan memberikan sambutan. Dalam arahannya, ia menanggapi data perihal PAD Kabupaten Banggai yang disajikan peneliti UMI Makassar. Beliau mengatakan, rendahnya penerimaan PAD dikarenakan pula adanya potensi yang seharusnya dikelola daerah, tetapi kebijakan dan wewenangnya ada di pusat.
โDengan kekayaan alam yang melimpah, sebenarnya Kabupaten Banggai memiliki potensi PAD yang besar, tetapi sekelas galian C saja pendapatannya diserahkan ke pusat, sehingga Kabupaten Banggai lebih banyak hanya bergantung pada pajak dan retribusi,โ tandasnya.
