Berita Utama

Dua Rute Penerbangan ke Luwuk Berhenti Beroperasi, Ada Apa?

“Investasi maskapai masuk hanya sebagai seremoni semata. Tanpa ekosistem penumpang yang kuat dari hinterland, rute baru sulit bertahan lama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya ketimpangan kebijakan rute. Di tengah kenaikan harga avtur, Palu justru mendapatkan tambahan frekuensi penerbangan.

Seperti diketahui, Indonesia AirAsia sempat menambah frekuensi penerbangan Makassar–Palu menjadi dua kali sehari pada Maret 2026, sebagaimana dilaporkan sejumlah media, termasuk RRI dan media lokal Sulawesi Tengah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengapa Luwuk—yang memiliki potensi pariwisata bahari di Kepulauan Banggai serta dukungan hinterland Kabupaten Banggai–Kabupaten Tojo Una-Una—justru kehilangan akses.

Pelajaran dari Kolaborasi Poso–Touna

Pemerhati tersebut mencontohkan keberhasilan kolaborasi antara Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Una-Una bersama Sriwijaya Air. Rute Poso–Makassar yang dibuka pada September 2025 dinilai berhasil karena dukungan aktif pemerintah daerah, termasuk penguatan hinterland, paket wisata, dan perjalanan dinas.

“Pemkab Banggai seharusnya menciptakan ekosistem serupa dengan melibatkan Banggai Brothers, Touna, pelaku industri nikel dan perikanan, serta tour operator. Positioning Luwuk sebagai hub Sulawesi Timur bukan sekadar soal provinsi baru, tetapi peluang ekonomi yang nyata,” tambahnya.

Potensi Belum Dimaksimalkan

Bagikan: