BANGGAIPOST, BANGKEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan serius. Dua kejadian dugaan keracunan yang menimpa siswa sekolah dasar dalam rentang waktu berdekatan memunculkan pertanyaan besar terhadap standar keamanan pangan serta efektivitas pengawasan pelaksanaan program tersebut.
Program nasional yang dirancang untuk meningkatkan gizi anak sekolah justru kembali berujung pada penanganan medis bagi belasan siswa. Peristiwa berulang ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa sistem kontrol mutu makanan dan minuman yang didistribusikan belum berjalan optimal.
Insiden terbaru menambah daftar persoalan implementasi MBG di daerah. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan minuman dari program tersebut, sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah daerah tidak sekadar melakukan penanganan darurat, tetapi juga evaluasi menyeluruh dan transparan.
Sorotan tajam kini mengarah pada pengelola program serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas proses produksi hingga distribusi. Publik menilai pengawasan seharusnya dilakukan berlapis, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, standar higienitas dapur, penyimpanan, hingga tata cara konsumsi di sekolah.
