Berita Utama

Diklaim Berhasil, Program Satu Juta Satu Pekarangan Ternyata Hanya Cerita

Tanaman Program Satu Juta Satu Pekarangan di Salah satu Kecamatan tampak mati.[Foto:Dokumentasi Banggaipost]

LUWUK – Pemerintah daerah Kabupaten Banggai mengklaim telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program satu juta satu pekarangan.

Penelusuran media ini di sejumlah kecamatan, program satu juta satu pekarangan yang dilaksanakan pemerintah daerah tidak sebaik penyampaian kepada masyarakat.

Di Kecamatan Nuhon misalnya, warga desa mengaku tidak mengetahui soal program satu juta satu pekarangan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Menurut mereka yang ada hanyalah program ketahanan pangan yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes).

Bantuan itu berupa tanaman cabe, terong dan tanaman perkebunan lainnya.

“Kami pernah dikasih masing-masing 4 pot tanaman terong, tapi itu dari desa, bukan dari kabupaten,” kata Ismail, Warga Desa Tomean, Kecamatan Nuhon, yang ditemui Kamis (12/9/2024).

Menurutnya, dengan 4 pot tanaman terong, tidak mungkin bisa membangkitkan ekonomi.

Hal yang sama juga ditemukan di Desa Pulo Dalagan. Di desa itu, program satu juta satu pekarangan dari pemerintah daerah sama sekali tidak pernah dilaksanakan.

Pernah ada bantuan namun program itu dari desa yang bersumber dari 20 persen Dana Desa dalam APBDes, yang diperioritaskan untuk ketahanan pangan.

“Satu juta satu pekarangan ini hanya kedengaran namun tidak kelihatan,” kata Ketua BPD Pulo Dalagan.

Bagikan: