“Berdasarkan hasil publikasi BPS Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2020 sebesar 4,86 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang kontraksi sebesar (-2,07 persen). Dalam persepktif kawasan timur indonesia capaian laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2020 tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Provinsi Maluku Utara. Terdapat 3 provinsi di KTI yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif yaitu Provinsi Maluku Utara, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Papua, sementara provinsi lainnya mengalami kontraksi/minus. berdasarkan capaian tersebut maka target pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2022 ditetapkan sebesar 5,88 persen,” jelas gubernur.
Capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020 lanjut gubernur belum sepenuhnya memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan yang pada tahun 2020 masih berada pada angka 2 digit yaitu 13,06 persen (403.740 jiwa) lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional sebesar 10,19 persen (27,55 juta jiwa). sedangkan target tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah pada 2022 sebesar 9,9 persen, selanjutnya kondisi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2020 sebesar 3,77 persen, lebih rendah dari tingkat pengangguran nasional sebesar 7,07 persen, sedangkan target pengangguran terbuka Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2022 sebesar 3,07 persen.
