“Selain itu, jika ada tulisan seperti opini, kami membuka ruang untuk dipublikasikan. Selama ini kami lebih banyak memuat tulisan dari luar daerah, tentu akan lebih baik jika diisi oleh penulis dari dalam daerah yang memahami kondisi lokal,” ucapnya.
Ia juga berharap akademisi Untika Luwuk dapat menjadi rujukan dalam membahas berbagai isu yang berkembang di daerah.
“Karena jika akademisi yang menjadi narasumber, tentu lebih berkompeten,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah menyambut baik kunjungan rombongan PWI Banggai.
“Prinsipnya kami sangat terbuka dengan teman-teman PWI, apalagi jika ke depan dapat terjalin kerja sama antara institusi dan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, peran wartawan sangat penting dan strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Ia juga menyatakan kesiapan Untika Luwuk untuk menjalin kolaborasi dengan PWI Banggai, terutama dalam meningkatkan produktivitas konten edukasi.
Rektor menilai, salah satu kelemahan yang masih dihadapi adalah minimnya diseminasi hasil riset. Padahal, banyak dosen bergelar doktor di Untika Luwuk yang memiliki penelitian dan disertasi berkualitas.
