Penelitian ini melibatkan 12.772 orang dewasa dengan usia rata-rata 52 tahun. Seluruh peserta mengisi kuesioner pola makan untuk menghitung konsumsi tujuh jenis pemanis yang umum digunakan, yakni:
Aspartame
Saccharin
Acesulfame K
Erythritol
Xylitol
Sorbitol
Tagatose
Ketujuh pemanis tersebut banyak ditemukan pada minuman bersoda rendah kalori, yogurt, minuman energi, makanan penutup, hingga produk pemanis untuk kopi dan teh.
Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat konsumsi. Kelompok tertinggi rata-rata mengonsumsi sekitar 191 miligram per hari, sedangkan kelompok terendah hanya sekitar 20 miligram per hari. Jumlah aspartame pada kelompok tertinggi diperkirakan setara dengan satu kaleng minuman soda diet.
Penurunan Kognitif Lebih Cepat
Selama masa penelitian, peserta menjalani berbagai tes untuk mengukur daya ingat, kefasihan berbicara, kemampuan mengingat kata, dan kecepatan memproses informasi.
Setelah memperhitungkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular, peneliti menemukan bahwa kelompok dengan konsumsi pemanis tertinggi mengalami penurunan fungsi kognitif sekitar 62 persen lebih cepat dibanding kelompok dengan konsumsi terendah.
Perbedaan tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 1,6 tahun penuaan otak tambahan.
