Berita Utama

PT BEU, Buntung di 2024, Untung di 2025. Tapi Penghasilan Utamanya dari Hibah Kabel Bekas


SERI 2


Evaluasi Gubernur Sulawesi Tengah terhadap Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2025 kembali menempatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai sorotan.

Dalam dokumen evaluasi tersebut, PT Banggai Energi Utama (BEU) tercatat mengalami kerugian sekitar Rp3,56 miliar pada tahun buku 2024. Pada periode yang sama, perusahaan telah menerima dukungan modal dan pembiayaan daerah sekitar Rp5,1 miliar.

Data tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas investasi daerah di sektor energi yang selama ini diharapkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada masa mendatang.

Namun, ketika Banggai Post menelusuri perkembangan terbaru perusahaan berdasarkan berbagai dokumen publik dan laporan yang telah dipublikasikan sepanjang 2026, ditemukan kondisi yang kontradiktif.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Juni 2026, PT BEU menetapkan pembagian dividen sebesar Rp171,9 juta kepada Pemerintah Kabupaten Banggai sebagai pemegang saham tunggal.

Artinya, perusahaan yang masih mencatat kerugian pada 2024 tiba-tiba saja berhasil membukukan kinerja positif pada tahun buku 2025, bahkan langsung menyetor keuntungan ke kas daerah.

Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Bagikan: