Berita

Emisi PT PAU Capai 1,23 Juta Ton CO₂ per Tahun, Analis Soroti Daya Dukung Lingkungan Banggai

“Pemerintah daerah tidak cukup hanya menjadi penerima laporan. Pengawasan harus berbasis data ilmiah yang dapat diakses publik, termasuk kualitas udara, kualitas air, dan kondisi ekosistem yang terdampak aktivitas industri,”


BANGGAIPOST.COM, LUWUK – Besarnya emisi gas rumah kaca yang dihasilkan Banggai Ammonia Plant kembali memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara investasi industri dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Banggai.

Berdasarkan Sustainability Report PT Panca Amara Utama (PAU), fasilitas produksi amonia yang beroperasi di Desa Uso, Kecamatan Batui, tersebut menghasilkan emisi lebih dari 1,23 juta ton CO₂ equivalent (tCO₂e) sepanjang tahun 2025. Angka itu menempatkan pabrik amonia tersebut sebagai salah satu sumber emisi industri terbesar di kawasan Timur Indonesia.

Analis kebijakan, Nadjamuddin Mointang, menilai besarnya emisi tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka teknis dalam laporan keberlanjutan perusahaan.

“Emisi adalah indikator tekanan aktivitas manusia terhadap lingkungan hidup. Semakin besar emisi yang dihasilkan, semakin besar pula tanggung jawab pengelolaan lingkungan yang harus dipenuhi,” ujar Nadjamuddin kepada Banggaipost.

Menurutnya, persoalan utama bukan semata-mata apakah perusahaan telah memenuhi kewajiban administratif seperti AMDAL dan pelaporan lingkungan, melainkan apakah aktivitas industri tersebut masih berada dalam batas daya dukung dan daya tampung lingkungan daerah.

Bagikan: