Dua peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan itu menghadirkan kontras dalam wajah pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah. Di satu sisi, pemerintah terus memperkuat fasilitas dan teknologi kesehatan modern. Namun di sisi lain, masyarakat masih mempertanyakan pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan kemanusiaan.
Sejumlah warga menilai kualitas layanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis atau pembangunan fasilitas kesehatan, tetapi juga dari bagaimana pelayanan hadir saat masyarakat menghadapi situasi sulit.
Kasus ambulans di Banggai Kepulauan pun menjadi sorotan karena dinilai menunjukkan pentingnya tata kelola pelayanan, kejelasan aturan, serta sensitivitas terhadap kondisi sosial masyarakat.
Bantuan alat mamografi untuk RSUD Undata Palu tetap menjadi langkah maju yang patut diapresiasi. Namun, peristiwa di Banggai Kepulauan menunjukkan bahwa tantangan pelayanan kesehatan di daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga menyangkut akses pelayanan dasar yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(rdk)
