Kenaikan harga avtur menjadi salah satu faktor yang mencuat. Per 1 April 2026, harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta naik hingga 72,45 persen, dari Rp13.656,51 per liter pada Maret menjadi Rp23.551,08 per liter pada April, sebagaimana dilaporkan Kompas.com dan CNN Indonesia. Kenaikan ini dipengaruhi dinamika geopolitik global dan berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai, Muksir Maeta, yang dikonfirmasi Banggai Post, Minggu (12/4), membenarkan rencana penutupan rute Indonesia AirAsia. Ia menyebutkan, salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga avtur.
Meski demikian, Muksir mengaku telah mengonfirmasi pihak maskapai yang menyebut penghentian tersebut bersifat sementara hingga kondisi perekonomian global membaik. Namun, belum ada kepastian kapan rute tersebut akan kembali dibuka.
Terpisah, Kepala UPBU Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Nurul Anwar, juga membenarkan penutupan rute dari dua maskapai tersebut. Dalam keterangan tertulis, ia menyebut kenaikan harga avtur sebagai penyebab utama.
Namun demikian, alasan tersebut disoroti oleh pemerhati pariwisata dan transportasi di Luwuk. Ia menilai, tingkat keterisian penumpang (load factor) tetap menjadi faktor penentu utama keberlanjutan rute.
