Berulangnya tumpukan sampah di Kilongan menjadi tantangan bagi Gerakan Banggai Bersih (Gerbangsih), yang turut didorong untuk mendukung target Adipura. Keberhasilan program kebersihan tidak cukup diukur dari banyaknya sampah yang diangkut, tetapi juga dari kemampuan mencegah penumpukan kembali.
Karena itu, pembersihan perlu diikuti pengawasan pada titik rawan, pengangkutan teratur, penyediaan fasilitas pembuangan, dan edukasi yang konsisten. Pemerintah juga perlu mengevaluasi efektivitas penanganan di lokasi yang berulang kali menjadi tempat pembuangan sampah.
Kompleks Gudang PU Kilper, kawasan rekreasi Sandakan, dan bantaran Kuala Jole memiliki persoalan yang perlu ditangani sesuai kondisi masing-masing. Di kawasan rekreasi, fasilitas penampungan dan pengangkutan sampah perlu diperhatikan. Sementara di bantaran sungai, edukasi mengenai dampak pencemaran terhadap sungai dan laut perlu diperkuat.
Masyarakat pun harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Bahu jalan, sungai, laut, dan kawasan rekreasi bukan tempat pembuangan sampah.
Persoalannya kini bukan sekadar bagaimana membersihkan lokasi, melainkan bagaimana memastikan sampah tidak kembali menumpuk di tempat yang sama. Tanpa pengawasan dan perubahan perilaku yang berkelanjutan, upaya kebersihan berisiko menjadi pekerjaan berulang tanpa hasil yang bertahan lama. (Alin)
