“Ini langkah awal yang baik. Harapannya ada tindak lanjut nyata,” ujarnya.
Hermanius Burunaung juga menekankan pentingnya peran aktif Dinas Tenaga Kerja sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan tenaga kerja lokal.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas opsi program On-Job Training (OJT) sebagai solusi bagi pemuda yang belum memiliki pengalaman kerja, namun memenuhi kualifikasi dasar.
Selain itu, komunikasi terkait pengelolaan CSR juga didorong lebih terbuka melalui pertemuan berkala antara perusahaan, pemerintah kecamatan, dan unsur pemuda.
Aliansi Pemuda menyatakan tetap mendukung investasi di wilayah Batui dan Nambo, dengan catatan perusahaan memberi prioritas kepada masyarakat lingkar satu.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah serta mendorong langkah konkret dalam waktu dekat.
Pemuda Nambo menegaskan akan terus mengawal hasil dialog tersebut hingga terealisasi, termasuk kepastian bagi para pencari kerja lokal yang saat ini masih menunggu kesempatan.(Alin)
