Parenting

Diabetes Tipe 2 Kini Mengancam Anak-anak, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala dan Pola Hidup

BANGGAIPOST.COM

Diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan orang dewasa kini semakin banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Dokter di berbagai negara melaporkan tren peningkatan kasus, terutama pada anak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena penyakit yang muncul sejak usia dini berisiko memicu komplikasi lebih cepat dibandingkan jika terjadi saat dewasa.

Berdasarkan World Obesity Atlas 2026, jumlah anak dengan berat badan berlebih dan obesitas terus meningkat. Fenomena ini sejalan dengan perubahan gaya hidup, seperti minimnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi makanan cepat saji, serta kebiasaan menghabiskan waktu di depan layar.

Bagaimana Diabetes Tipe 2 Terjadi?

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin secara optimal atau produksi insulin tidak mencukupi. Akibatnya, gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah meningkat.

Pada anak-anak, penumpukan lemak terutama di area perut dapat memicu resistensi insulin. Lama-kelamaan pankreas bekerja lebih keras hingga akhirnya tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh.

Gejala Sering Tidak Disadari

Banyak kasus diabetes tipe 2 pada anak terlambat diketahui karena gejalanya sering dianggap sepele.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

Anak mudah lelah.

Bagikan: