Keberhasilan ini seharusnya menjadi alarm positif bagi pemerintah daerah. Pembinaan olahraga usia muda tidak boleh lagi dipandang sebagai program pelengkap, melainkan investasi strategis daerah. Sebab olahraga hari ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang pembangunan karakter, disiplin generasi muda, hingga penguatan identitas dan kebanggaan daerah di tingkat nasional.
Pemerintah daerah perlu menjadikan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola dan futsal usia muda, sebagai program prioritas. Mulai dari penyediaan fasilitas latihan yang layak, kompetisi berjenjang, dukungan anggaran pembinaan, hingga pencarian bakat secara berkelanjutan di desa-desa dan sekolah-sekolah.
Prestasi Juan Wijaya membuktikan bahwa Banggai Laut memiliki sumber daya manusia muda yang potensial. Tinggal bagaimana negara dan pemerintah hadir untuk memastikan bahwa bakat-bakat seperti ini tidak berhenti di tengah jalan karena keterbatasan dukungan.
Hari ini Juan Wijaya membawa nama Banggai Laut ke pentas nasional. Besok, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak putra daerah yang mengharumkan Sulawesi Tengah bahkan Indonesia, jika pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Karena sesungguhnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi — dan anak-anak negeri telah membuktikannya.*(Nadja88)
