LUWUK – Program satu juta satu pekarangan yang anggarannya bersumber dari APBD Banggai menemui kegagalan di lapangan.
Di Desa Dwipa Karya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai salah satu contoh program unggulan Pemkab ini tak berhasil.
Seorang penerima program satu juta satu pekarangan sektor peternakan di Desa Dwipa Karya menyebutkan, dari 20 ekor ayam petelur yang diberikan tersisa 4 ekor saja.
“Tidak bertelur, jadi dijual daripada hanya diberi makan,” kata seorang penerima di Desa Dwipa Karya pada Rabu, 11 September 2024.
Menurut pria lanjut usia ini, setiap 3 hari harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp14 ribu untuk membeli konsentrat.
“Satu kali beli konsentrat Rp14 ribu,” paparnya.
Ia juga mengakui, sejak bantuan ayam petelur ini disalurkan, tak ada perangkat daerah terkait yang datang untuk memberikan penyuluhan.
Informasi yang dihimpun, di Desa Dwipa Karya terdapat 10 kepala keluarga program satu juta satu pekarangan sektor peternakan.
Tahun 2023, para penerima mendapatkan masing-masing 20 ekor ayam petelur. Namun, tak ada satu pun yang berhasil, apalagi berlanjut.
Kegagalan satu juta satu pekarangan di sektor peternakan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Balantak.
Sejumlah peternak mengeluhkan kondisi usaha ayam petelur bantuan salah satu instansi di lingkungan Pemkab Banggai.
