Sebagai sosok seorang ibu, Sulianti Murad tidur di akhir waktu dan bangun di awal waktu. Ia hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan.
“Saya hadir di tengah-tengah masyarakat yang mengalami bencana, lebih cepat dari sebagian lelaki. Jadi apa bedanya? Bedanya, perempuan mengandung, melahirkan dan membesarkan anak. Itulah kasih sayang seorang ibu,” ucapnya.
Masyarakat kata Sulianti Murad, butuh kasih sayang untuk mewujudkan Banggai Hebat dimulai dari Ibu.
“Sebelum saya tutup, saya bacakan sebuah pantun, pergi merantau naik pesawat, jangan lupa bagasinya. Bila ingin Banggai Hebat, pilih nomor 3 solusinya. Insya Allah kami menjadi pemimpin Kabupaten Banggai, apa yang kita ucapkan itulah yang akan kami kerjakan,” tandasnya, penuh komitmen. (*)
