Teknologi

China Perketat Chatbot AI, Pengguna Berduka Kehilangan Teman Virtual

Sejumlah analis juga menilai kebijakan ini berkaitan dengan kekhawatiran pemerintah terhadap rendahnya angka kelahiran serta meningkatnya isolasi sosial di kalangan generasi muda.

Meski demikian, sebagian warganet menilai pembatasan chatbot tidak akan mengubah pilihan hidup mereka.

“Walaupun AI dilarang, saya tetap tidak akan pacaran, menikah, ataupun punya anak,” tulis salah seorang pengguna media sosial China.

Kebijakan tersebut menunjukkan dilema yang kini dihadapi banyak negara: bagaimana memanfaatkan kemajuan AI tanpa mengabaikan dampak psikologis dan sosial yang muncul dari hubungan manusia dengan teknologi.(RBP)

Sumber: Dikutip dari CNN, artikel asli berjudul: “China’s ambition to lead the world in AI safety starts with breaking hearts”, ditulis Stephanie Yang.

Bagikan: