“Inilah turnamen tidak main-main. Panitianya serius, dari warna baju dan model baju saja sudah mahal, jadi tidak main-main,” kata Bupati Sofyan.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Sofyan Kaepa berharap kepada Panitia pelaksana untuk turnamen-turnamen berikutnya di tahun yang akan datang harus ada putri.
“Kalau tidak ada dana, biar saya danai. Ini dilakukan agar kegiatan Porprov tidak asal ambil pemain. Ikut porprov pemain di ambil dalam kolam, dalam laut, tidak dikenal orangnya. Karna kegiatan-kegiatan seperti hampir tidak pernah dilakukan. Dayung tidak pedayung dari mana, pemain voli sudah itu pemain takraw. Bingung saya,” tuturnya.
Melihat semangat yang ditunjukkan Panitia dan peserta turnamen, mantan politisi Sulawesi Tenggara itu menambah bantuannya sebesar Rp. 10 juta.
“Ini mohon maaf bukan pemda yang biayanya tapi pribadi saya. Pada malam hari ini saya liat seragam dan semangat anak-anak, saya tambah bantuan saya 10 juta. Hari senin ambil, saya senang dengan yang begini,” ucap Bupati Sofyan Kaepa disambut tepuk tangan yang meriah bukan hanya dari Panitia dan peserta tetapi juga dari masyarakat yang hadir pada pembukaan kegiatan tersebut.
