BANGGAIPOST, LUWUK – Penyaluran menu Program Makan Bergizi (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Banggai. Buah naga yang dibagikan kepada siswa di salah satu sekolah di Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, disebut masih dalam kondisi muda dan belum layak konsumsi.
Sejumlah orang tua siswa mempertanyakan kualitas buah yang diberikan dalam program tersebut. Pasalnya, secara kasat mata buah naga yang diterima anak-anak memiliki ciri belum matang sempurna, dengan warna kulit masih dominan hijau dan rasa yang cenderung asam.
“Kalau untuk konsumsi anak sekolah, harusnya dipilih yang benar-benar matang dan manis. Ini justru seperti buah yang belum siap dipanen,” ujar salah satu orang tua siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket menu MBG yang dibagikan terdiri dari satu butir telur, satu buah roti, satu bulo, satu kurma, satu buah naga, serta abon sapi, yang diperuntukkan sebagai konsumsi selama tiga hari.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari wali murid terkait kecukupan gizi serta kualitas bahan makanan yang disalurkan. Mereka menilai program yang bertujuan meningkatkan asupan nutrisi peserta didik seharusnya tidak hanya mengejar distribusi, tetapi juga memastikan kelayakan konsumsi setiap menu.
