Berita Utama

Branding Halu-halu, Cara Naik Kelas dan Pencucian Nama

Fenomena buzzer pageant ini tidak kalah heboh dengan buzzer politik. Ada yang rela mati-matian memoles kandidat tak layak demi sorotan portal pecinta pageant. Semuanya penuh transaksi, lengkap dengan bumbu gosip ala emak-emak kompleks. Standar kriteria? Ah, itu nomor sekian. Yang penting ada branding, meski panggung jadi tempat cuci dosa.

Maka tak heran, muncul pertanyaan: “Apakah Indonesia diwakili ani-ani atau simpanan?” Persaingannya makin seru, sesama ani-ani berebut spotlight internasional. Padahal representasi bangsa mestinya bukan sekadar “hello girls smart” yang penuh tempelan brosur motivasi, melainkan pribadi yang benar-benar bersih. Bersih dari jual diri, pesta miras, dan pergaulan bebas.

Di negeri Konoha, branding halu-halu memang jadi tiket naik kelas instan. Tapi satu hal yang tak bisa dipoles oleh kamera: reputasi. Kamera bisa bohong, tapi rekam jejak pasti ada bekasnya.(*)

Novita Sari Yahya
National Director Indonesia 2023-2024.
Suka bikin tulisan satire.

Bagikan: