Berita Utama

Belajar dari RSUD Banten untuk Perbaikan Layanan RSUD Luwuk

Belajar dari praktik tersebut, Nadjamuddin menekankan perlunya sejumlah langkah strategis bagi RSUD Luwuk.

Antaranya penataan area parkir agar lebih tertib dan transparan, termasuk penggunaan sistem tiket resmi serta penyediaan ruang khusus bagi pasien darurat, lansia, dan difabel.

Ia juga menyarankan peningkatan kualitas pelayanan medis dan administrasi, dengan digitalisasi pendaftaran, pelatihan keramahan dan empati bagi petugas, serta loket khusus pasien prioritas.

Selain itu transparansi informasi, seperti papan layanan, kanal pengaduan resmi, dan laporan tindak lanjut keluhan masyarakat juga harus diterapkan.

“Segera juga dilakukan penguatan manajemen internal, mulai dari unit pengendalian gratifikasi hingga monitoring harian oleh pimpinan,” katanya

Terakhir dia juga menyarankan RSUD Luwuk untuk membangun kepercayaan publik melalui evaluasi rutin pengaduan, inovasi berbasis kearifan lokal, serta pelibatan tokoh masyarakat, LSM, dan media.

“Jika rekomendasi ini diimplementasikan, RSUD Luwuk bisa mempercepat langkah menuju rumah sakit berintegritas yang benar-benar berpihak pada pasien,” ujar Nadjamuddin.

Dengan begitu, momentum evaluasi Zona Integritas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pijakan nyata untuk menghadirkan pelayanan kesehatan di Banggai yang lebih baik, bersih, dan manusiawi.(Alin)

Bagikan: