“Direksi kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Banggai yang telah mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional sehingga kita bisa berada pada UHC, di mana 95 persen ke atas masyarakat telah terkaver JKN. Ketika sakit, mereka bisa langsung didaftarkan dan langsung aktif dan bisa dipakai,” ujar Sanny, menegaskan penyampaian bupati.
Lebih lanjut Sanny melaporkan bahwa cakupan kepesertaan BPJS di Kabupaten Banggai mencapai 99,77 persen atau setara dengan 369.649 penduduk. Dari jumlah tersebut, kata Sanny, Pemkab Banggai menanggung porsi terbanyak dalam pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya dibanding yang ditanggung oleh pemerintah pusat.
“Paling besar yang ditanggung pemerintah daerah mencapai 41,66 persen, sementara yang dari pusat hanya 33,20 persen,” ujar Sanny.
Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banggai dan fasilitas kesehatan juga telah meluncurkan inovasi “Satu Lahir Lima Terbit”. Inovasi tersebut menjamin setiap ibu yang melahirkan langsung mendapatkan lima dokumen kependudukan dasar, yakni Akta Kelahiran, Kartu Keluarga terbaru, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Surat Jaminan Pelayanan Kesehatan.
