Berita Utama

Ayam Tak Lagi Bertelur, Sebagian Mati, Program SJSP Desa Rau Balantak

Tampak salah satu kandang ayam petelur yang tak lagi produktif.[Foto:Istimewa]

BANGGAIPOST.COM,Balantak- Upaya Pemda Banggai dalam memenuhi protein dan meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan, melalui program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) di sektor peternakan tampaknya belum sesuai harapan.

Dikecamatan Balantak, sejumlah peternak mengeluhkan kondisi usaha ayam petelur bantuan dinas terkait.

Di Desa Rau misalnya, penerima manfaat hanya dapat menjual telur dua bulan sejak bantuan ayam di terima. Setelah itu produksi telur menurun drastis, hanya bisa di konsumsi untuk kebutuhan rumah tangga. Bahkan sampai saat ini, sebagian ayam telah mati.

“Kami waktu itu menerima bantuan sebanyak 20 ekor ayam petelur sudah termasuk pakan dan vitamin. Dua bulan setelah itu, ayam sudah bertelur dan masih sempat menjual 15 butir. Selanjutnya, tidak ada lagi bantuan pakan dan vitamin,”ungkap salah satu penerima manfaat Arno, kepada media ini, Rabu (31/7/2024).

Agar usaha tersebut terus berlanjut, iapun membeli pakan dan vitamin, dengan harapan produksi telur meningkat. Namun tak membuahkan hasil.

“Saya sudah beli pakan dan vitamin, tapi ba telur tiap hari cuma 1 biji, 2 biji, bahkan tidak ada telur. Hanya bisa di konsumsi untuk kebutuhan dapur,”terangnya.

Bagikan: