Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan pemerintah daerah seharusnya tercermin dari meningkatnya akses layanan kesehatan, kualitas pendidikan, terbukanya lapangan pekerjaan, tumbuhnya perekonomian daerah, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Dalam tulisannya, Nadjamuddin juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel di Kota Sabang sebagai kawasan strategis nasional dan pintu gerbang paling barat Indonesia. Sementara di Kota Banda Aceh, semangat reformasi birokrasi dinilai terus diperkuat agar pelayanan publik semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun pemerintahan yang efektif, adaptif, dan dipercaya publik.
Nadjamuddin menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administrasi. Akuntabilitas adalah bukti nyata bahwa setiap rupiah uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik yang berkualitas dan pembangunan yang berdampak,” tegasnya.
Ia berharap semangat pengabdian aparatur sipil negara terus terjaga untuk memastikan negara benar-benar hadir dalam kehidupan setiap warga melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada hasil.
