BANGGAIPOST.COM,Luwuk– Pernyataan Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH), Chaerul Salam, yang menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) menuai respons tajam dari kalangan aktivis mahasiswa.
Ardiansa, Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ketua Komisariat IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLB, menyebut pernyataan tersebut bias dan tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat.
“Sebagai rakyat yang peduli terhadap demokrasi di Kabupaten Banggai, saya merasa perlu menyampaikan pandangan atas pernyataan Chaerul Salam. Kekhawatiran beliau terhadap potensi sengketa di MK justru menunjukkan inkonsistensi dan pemahaman yang bias terhadap proses demokrasi,” tegas Ardiansa, Kamis 10 April 2025.
Ardiansa menyoroti bahwa dalam pernyataan lain, Chaerul Salam justru mengangkat dugaan kecurangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU), termasuk temuan senjata tajam dan praktik money politic. Menurutnya, hal itu menjadi bentuk pengakuan bahwa proses Pilkada memang patut dipertanyakan keabsahannya.
“Di satu sisi, ia mengkritik potensi gugatan di MK, di sisi lain ia sendiri mengungkap adanya indikasi pelanggaran serius. Bukankah ini justru menguatkan alasan bahwa Pilkada perlu digugat secara hukum agar kebenaran bisa terungkap?” lanjut Ardiansa.
