Iklan Banggai Post
Society

Akibat Kemarau Berkepanjangan, Sumber Mata Air di Jayabakti Mulai Mengering, Warga Terdampak Krisis Air

โ€œKalau air, hampir semua desa mengalami kondisi seperti ini. Yang masih bertahan adalah air PDAM. Masyarakat Jayabakti bisa membeli air dari warga yang memasang PDAM dengan harga sekitar Rp10 ribu per jam. Tetapi jumlahnya juga terbatas, sehingga tidak semua masyarakat bisa membeli,โ€ jelasnya.

Mengantisipasi kondisi semakin parah, Pemerintah Desa Jayabakti mulai melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan bantuan suplai air bersih.

Mirto mengatakan, pihaknya berencana mengusulkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar dapat membantu mendatangkan mobil tangki guna memenuhi kebutuhan air masyarakat.

โ€œLangkah selanjutnya kami berupaya mengusulkan ke BPBD bantuan mobil tangki untuk mengantisipasi terjadinya krisis air di masyarakat,โ€ ujarnya.

Kondisi kekeringan sumber air tersebut bukan kali pertama terjadi di Jayabakti. Mirto mengungkapkan, sekitar tiga tahun lalu sumber air desa juga pernah mengering dalam waktu cukup lama.

Saat itu, pemerintah desa harus meminta bantuan mobil pemadam kebakaran untuk menyuplai air kepada masyarakat selama kurang lebih tiga bulan.

Bagikan: