Habiskan Anggaran Negara, Bangunan Praktik SMK Luwuk Timur Terbengkalai


Kondisi bangunan terkini, hasil pemantauan wartawan, Minggu (24/5/2026)

BANGGAIPOST LUKTIM – Bangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMK Negeri 5 Luwuk Timur kini menjadi sorotan warga. Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara itu terlihat tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Pantauan Banggaipost.com di lokasi, Minggu (24/5), bangunan yang berada di pinggir jalan poros tersebut tampak tertutup tanpa aktivitas praktik siswa. Papan bertuliskan “Toko Hasil Pertanian” masih terpasang di bagian depan bangunan, namun tidak terlihat adanya kegiatan penjualan maupun pengolahan hasil pertanian.

Kondisi lingkungan bangunan juga terlihat kurang terawat. Rumput liar mulai tumbuh di halaman, sementara pagar bangunan tampak mengalami kerusakan di beberapa bagian. Situasi itu memunculkan pertanyaan masyarakat terkait pemanfaatan fasilitas pendidikan yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah.

“Kalau cuma jadi bangunan kosong, tentu masyarakat bertanya ini sebenarnya dipakai atau tidak. Sayang anggarannya besar,” ujar salah satu warga sekitar.

Berdasarkan hasil penelusuran Banggaipost.com, proyek pembangunan tersebut merupakan bagian dari paket pembangunan fasilitas pendidikan di SMK Negeri 5 Luwuk Timur yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2022.

Nilai anggaran proyek tercatat mencapai Rp1.600.380.000 dengan metode pelaksanaan swakelola oleh panitia sekolah. Pembangunan dimulai pada Agustus 2022 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember tahun yang sama.

Namun dalam perjalanannya, proyek itu sempat mengalami keterlambatan hingga melewati tahun anggaran. Pada awal Januari 2023, sejumlah bagian bangunan dilaporkan masih dalam tahap pengerjaan, termasuk pemasangan atap dan penyelesaian dinding. Proses finishing disebut baru berlangsung pada Maret 2023.

Anggaran tersebut diketahui tidak hanya digunakan untuk pembangunan RPS APHP di Desa Luok, tetapi juga mencakup pembangunan Laboratorium Biologi, ruang UKS, ruang OSIS, serta Laboratorium Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) di Desa Hunduhon.

Warga berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dana negara benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar siswa, khususnya pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktik lapangan.

“Kalau memang sudah selesai dibangun, harusnya dipakai maksimal untuk siswa. Jangan sampai hanya bagus di awal lalu terbengkalai,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Negeri 5 Luwuk Timur belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi maupun pemanfaatan bangunan praktik tersebut. Kepsek SMK Negeri 5 Luwuk Timur, I Nyoman Lendra yang coba dihubungi per telepon, Minggu (24/5/2026) tidak menjawab panggilan.(alin)