Penyelesaian Konflik Agraria, PT. Sawindo Cemerlang dan Petani Batui Hasilkan Kesepakatan

Berita Acara Hasil Rapat Pembahasan Permasalahan Sawit Kecamatan Batui, yang digelar di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati, Kamis (4/8).

BANGGAIPOST.COM,Luwuk- Penyelesaian Konflik agraria antara PT. Sawindo Cemerlang (Kencana Agri Group), dengan petani sawit  Kecamatan Batui dan Batui Selatan, yang di mediasi Pemda, melahirkan kesepakatan. Hal ini tertuang dalam Berita Acara yang ditandatangani kedua pihak, di ruang Rapat Umum Setda Banggai, Kamis (4/8).

Berita Acara bemeterai itu, hasilkan delapan poin. Pertama, Perusahaan PT. Sawindo Cemerlang siap untuk menyelesaikan patok batas pada areal Hak guna usaha (HGU) dalam waktu satu bulan sejak di tandatangani berita acara.

Kedua, lahan petani yang bersertifikat yang berada di HGU, harus di keluarkan atau di plasmakan. Dan untuk lahan yang memiliki SKPT/SKT akan di telitikan dokumen mana yang lebih kuat, serta dilakukan mediasi, dan apabila tidak ada penyelesaian maka dapat di lakukan melalui jalur hukum.

Baca Juga :  Sulianti Murad Turun ke Jalan, Bagikan Ratusan Paket Makanan dan Sambangi Warga Yang Sakit

Ketiga, pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dari petani oleh perusahaan berdasarkan harga yang di tetapkan oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Keempat, diminta kepada pihak perusahaan agar membicarakan dengan pengurus Koperasi Sawit Maleo Sejahtera (SMS), dan petani plasma (Anggota Koperasi) sistem tangung renteng pengelolaan sawit, berdasarkan kelompok atau blok dan tidak lagi menggunakan tanggung renteng berdasarkan luasan areal plasma, termasuk pembicaraan SPK/SPHU dan hasilnya di sampaikan kepada Tim Pokja. Dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Banggai agar melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap Koperasi (SMS) dalam penyelesaian permasalahan dengan anggota.

Kelima, pihak Koperasi SMS tidak keberatan jika sistem pengelolaan sawit dilakukan sistem tanggung renteng berdasarkan kelompok atau blok.

Baca Juga :  Beredar Info Akan Terjadi Tsunami, Warga Bunta Diimbau Jangan Percaya Hoax

Keenam, hutang petani sebesar kurang lebih 63.000.000 akan ditinjau kembali dan dikolerasikan dengan kajian study kelayakan pendirian pembangunan sawit (Plasma).

Ketujuh, setelah dilakukan verifikasi administrasi terhadap alas hak yang bersertifikat akan dilakukan validasi lapangan.

Kedelapan,  Pemerintah Daerah tidak akan melakukan intervensi hukum terhadap proses hukum akan tetapi akan memberikan pendampingan hukum terhadap petani plasma.

Sekadar diketahui, penandatanganan Berita Acara tersebut, di hadiri Bupati Banggai, sebagai pimpinan rapat, Kapolres Banggai di wakili Kasat Intel, Dandim 1308 Luwuk Banggai, Kepala ATR/BPN Banggai, Direktur PT. Sawindo Cemerlang, Koperasi Sawit Maleo Sejahtera, Tim Pokja Percepatan penyelesaian permasalahan sumber daya alam dan puluhan petani Kecamatan Batui dan Batui Selatan. (*)